_

_

Selasa, 16 Desember 2014

Resensi buku @Tentanganak


Kalo pembaca jeli, sebenernya isi buku ini adalah kumpulan tweet akun @tentanganak yang di tulis dalam gaya penulisan yang berbeda. Walaupun terkesan sepele, tapi ermasalahan yang di bahas di buku ini masih sangat relevan dengan isu pengasuhan dewasa ini. Banyak mitos yang menyesatkan seperti penggunaan baby walker, bau tangan di bahas habis di buku ini.

Poin plus lainnya adalah gaya penulisan. Gaya penulisan di buku ini berbeda dengan buku parenting lain. Membaca buku ini kita seperti diajak ngobrol dengan teman, ringan dan mendekati bahasa sehari–hari.

Jumat, 28 November 2014

Izinkan Bunda Menjemputmu



“Perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah knows while you know not”. (Quran 2: 216)

Sebut saja namaku A. Aku adalah seorang wanita yang bertempat tinggal di kota Bandung. Tahun ini adalah tahun ke 30 dalam lembar cerita kehidupanku. Aku menikah pada tahun 2009 dan hingga lewat tahun ke 5 pernikahanku aku masih belum dikaruniai seorang buah hati. Sesuatu yang sudah sangat aku dan suamiku rindukan.

Kamis, 20 November 2014

#Howtoreallyloveyourwife

Hold her hand.

Take her out for a dinner.

Tell how delicious her cooking was. even if it was not.

Give her lots n lots of hug.

Jumat, 07 November 2014

Buku parenting yang keren banget

nyiapin apa sik min? dari kemaren lo muter2 aja ? pake hestek aneh2 pulak.. kite dah empet nih dengernyah.. <-- pasti banyak yg gini yak?

Iyah ceritanya kemaren2 tuh jarang muncul karena lagi nyiapin bukunya tentanganak. Judulnya ya tentanganak.. Covernya yang jadi PP sekarang

Nulis buku min? seriusan ? emang bisa nulis? | ya bisa dong. buktinya ada penerbit yang mau nerbitin, hehehe

Menulis buku itu (tidak) Mudah... Bagian 3

 Antara ratusan naskah

Kirain nih, setelah naskah saya kirim ke penerbit, hanya butuh itungan minggu untuk dapetin nomor antrian cetak buku di penerbit. Ternyata tidak sesimpel itu sodara-sodara. Butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan sertifipikat layak cetak dari penerbit. Mulai dari koreksi takah penulisan, content bukunya sendiri, sampai akhirnya jadi layout siap cetak. Belum lagi kalo penulisnya ikutan kasih koreksi –kayak yang saya lakuin sendiri-.

Hmm, ini sih sayanya aja yang set expectasi kelewat tinggi. Saya lupa kalo masih ada puluhan atau ratusan naskah yang berstatus sama dengan naskah saya, dan bahwa kerjaannya tim editor itu enggak melulu tentang