by

Beberapa Cara Memilih Investasi untuk Pemula

Untuk mencari kekurangan dan kelebihan pada suatu produk investasi, kita diwajibkan untuk mengenal produk investasi tersebut. Ada baiknya, dalam memilih investasi, dengan melakukan investasi pada produk-produk investasi yang banyak ditawarkan oleh lembaga keuangan yang disertai dengan prinsip kehati-hatian. Selain itu, investasi yang aman biasanya selalu dilindungi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di sisi lain, produk investasi yang ditawarkan juga harus memiliki badan hukum dan izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Setelah itu, jangan malas untuk mempelajari lebih lanjut mengenai investasi yang ditawarkan. Misalnya, apakah investasi tersebut terkesan mengiming-imingi dengan embel-embel tingkat pengembalian yang fantastis dalam waktu kurang dari setahun atau tidak. Yang terakhir, tetaplah mengutamakan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan, karena ini menyangkut dana yang akan dikeluarkan untuk investasi. inilah panduan memilih investasi untuk pemula:

1. Tentukan tujuan investasi

Hal pertama yang harus Anda lakukan namun kerap dilupakan saat ingin memulai investasi adalah menentukan tujuan berinvestasi.

Apakah Anda berencana investasi jangka panjang, menengah, atau pendek? Pasalnya, setiap jenis investasi biasanya memiliki tingkat kecocokan yang berbeda dengan tujuan Anda. Jika Anda ingin berinvestasi jangka panjang, emas masih jadi pilihan terbaik saat ini. Sementara itu, investasi jangka menengah hingga jangka panjang memiliki banyak sekali pilihan seperti saham, deposito, obligasi negara, sampai peer-to-peer lending.

2. Perhatikan Risikonya

Pahami bila setiap produk investasi yang tersedia di pasaran tidak hanya bisa memberi Anda keuntungan tetapi juga kerugian. Makin tinggi keuntungannya, biasanya risikonya juga makin besar. Begitu juga sebaliknya. Dengan kata lain, kalau Anda sudah berani mengambil peluang untuk sebuah return yang besar, artinya Anda juga sudah siap dengan kerugiannya.

Sebaliknya, kalau Anda merasa belum siap dengan produk investasi yang terlalu berisiko, belilah instrumen yang aman dan mudah kamu pahami. Dengan begitu, Anda nanti tak akan terkejut.

3. Pahami dengan Baik Instrumen yang Akan Kamu Pilih

Selain mengenali produk-produk investasi beserta faktor risikonya, hal yang tidak kalah penting adalah mempelajari instrumen yang akan dibeli. Saham misalnya, Anda harus memperoleh sejumlah informasi terkait perusahaannya. Sebagai contoh, bagaimana performanya selama lima tahun ke belakang, bagaimana kinerja perusahaan selama ini, dan siapa saja orang yang ada dalam susunan direksinya.

Selain itu, Anda juga harus tahu bagaimana cara kerja setiap produk investasi. Kalau Anda memilih emas, ketahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjualnya. Begitu juga ketika Anda memilih untuk membeli deposito. Semakin Anda memahami instrumen yang dimiliki, makin besar pula peluang untuk memperoleh keuntungan.

4. Sesuaikan dengan Kondisi Keuanganmu

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh investor pemula adalah menyesuaikan harga produk investasi yang akan dibeli dengan kondisi finansial. Setiap jenis instrumen dijual dengan harga minimal tertentu dengan jaminan keamanan yang berbeda-beda. Untuk membeli saham misalnya, Anda harus menyediakan dana untuk memiliki setidaknya 1 lot saham.

Sementara itu, Anda memerlukan dana yang lebih besar untuk deposito. Saat ini, minimal deposito yang disyaratkan di berbagai bank di Indonesia adalah Rp 10 juta. Belilah produk investasi yang sesuai dengan bujet agar tidak memberatkan.

5. Lakukan Diversifikasi Instrumen Investasi

Ketika kamu sudah mulai memiliki investasi, jangan lupa untuk melakukan diversifikasi. Diversifikasi sendiri merupakan langkah membeli beberapa jenis produk investasi untuk menghindari kerugian jika salah satu performa instrumennya sedang tidak baik. Misalnya saja, Anda sudah punya investasi saham.

Sebagai opsi lain, Anda juga sebaiknya memiliki emas atau properti karena keduanya memiliki pergerakan harga yang berbeda dengan saham. Artinya, jika Anda rugi karena investasi saham yang kamu punya, Anda tidak kehilangan semua aset karena masih punya emas dan properti.

News Feed